Kegiatan Hari Jadi Besuki ke 261
Pawai Budaya dan Bhupak Bumi menjadi puncak peringatan Hari Jadi Besuki (HJB) ke-261 yang berlangsung meriah di halaman SD Negeri 4 Besuki, Minggu (14/9/2025).
Acara yang dihadiri ribuan warga Besuki Raya ini mendapat perhatian khusus dari Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dan Camat Besuki, Taufan Andhika Jaksana.
Dalam sambutannya, Bupati Yusuf Rio menegaskan bahwa kesuksesan acara bukan semata karena dukungan anggaran pemerintah, melainkan berkat semangat masyarakat Besuki Raya.
“Yang saya lihat adalah semangat dari warga untuk merayakan ulang tahun daerahnya. Saya hanya membantu melalui kebijakan anggaran,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, baik formal maupun nonformal, serta sponsor seperti PT POMI yang ikut mendukung acara.
Ia berharap ke depan pelaksanaan HJB tidak lagi membebani masyarakat dengan urunan dana.
“Mudah-mudahan tahun-tahun berikutnya semua akan di-backup oleh pemerintah kabupaten,” katanya.
Selain itu, Bupati Mas Rio menyoroti peran penting anak-anak yang ikut serta dalam karnaval. Ia menilai keterlibatan pelajar dalam pawai budaya dapat melatih kepercayaan diri, teamwork, hingga menumbuhkan optimisme di masa depan.
“Ini hiburan sekaligus pembelajaran untuk anak-anak kita. Tahun depan mudah-mudahan lebih banyak lagi sekolah yang ikut serta,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Besuki Taufan Andhika Jaksana menegaskan bahwa HJB tahun ini memiliki makna istimewa karena merupakan peringatan ke-11 sejak pertama kali diselenggarakan pada HJB ke-251 sebelas tahun lalu.
Ia menyebut perhatian Bupati dalam HJB ke-261 sungguh luar biasa.
“Kalau hanya mengandalkan keswadayaan, mustahil HJB tahun ini bisa berjalan semeriah ini,” ujarnya.
Taufan menuturkan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan HJB kali ini menghadirkan lebih banyak kegiatan kebudayaan.
“Biasanya hanya ada satu kegiatan, kirap pusaka atau pawai budaya. Tahun ini kita bisa menggelar keduanya, ditambah gebyar UMKM,” jelasnya.
Ia juga menilai kehadiran Bupati dalam hampir seluruh rangkaian acara, mulai dari napak tilas, ziarah makam, kirap pusaka, gebyar UMKM, hingga pawai budaya Bhupak Bumi, menunjukkan komitmen besar terhadap masyarakat Besuki.
“Hakikatnya beliau sudah tinggal di Besuki sejak saat ini, meskipun secara resmi baru disampaikan akan mulai Januari 2026,” ungkapnya.
Selain pemerintah daerah, Taufan juga mengapresiasi dukungan PT POMI dan masyarakat Besuki Raya yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, hingga dana demi terselenggaranya peringatan ini.
“Tanpa dukungan semua pihak, HJB tidak akan semeriah tahun ini,” ujarnya.
Peringatan HJB ke-261 mengusung tema Besuki Bersejarah, Harmoni dalam Keberagaman.
Tema ini tercermin dalam pelaksanaan kirap pusaka dan gebyar UMKM, ketika lagu Indonesia Raya dipandu paduan suara Gita Nada Kasih yang beranggotakan 40 jemaat dari lima gereja di Kecamatan Besuki.
“Itu bukti harmoni dalam keberagaman yang ada di Besuki,” tutur Taufan.
Pawai Budaya dan Bhupak Bumi kemudian menutup rangkaian peringatan HJB ke-261.
Berbagai atraksi seni dan tradisi lokal ditampilkan sebagai wujud kebanggaan masyarakat Besuki terhadap warisan budaya leluhur sekaligus perekat persaudaraan antarwarga.